Ups and downs of a boy with a bicycle, and with frills knowledge and whatever it.
Showing posts with label Gambar. Show all posts
Showing posts with label Gambar. Show all posts

Saturday, September 11, 2010

To Ward The Place

Halo sobat Sepeda Hijau...
Akhirnya saya berhasil membuat manipulasi foto yang saya pelajari di Photoshop Tutorial, dan ini dia hasilnya..
Terima kasih, terima kasih. Tidak perlu berlebihan memuji seperti itu...
*Lagian siapa lagi yang muji... Ckckck XD

My Twin

Ini dia editan terbaru saya dengan judul sama seperti judul posting ini. Hehe...
Dan ternyata, Hideto Takarai [Hyde "Laruku"] itu saudara kembarnya Tukul Arwana. Check this out...
Haha...
Salam sepeda hijau.
Masih suasana lebaran nih, mohon maaf lahir batin ya teman_

Tuesday, September 15, 2009

Gensomaden Saiyuki - Sha Gojyo

Masih kelanjutan dari artikel sebelumnnya nih, sumbernya juga masih sama.

“Bakasaru”

Usia : 22 tahun
Tanggal Lahir : 9 November
Rumpun (Jenis) : ½-manusia ½-youkai
Tinggi : 184 cm
Berat : 75 kg
Warna Rambut : Merah Darah
Warna Mata : Merah
Gaya Bertarung : Shakujyo (semacam tongkat dengan sebuah
bulan sabit bermata tajam dengan rantai)
Seiyuu (Japanese voice actor) : Hirata Hiroaki

***PROFIL***

Kehidupan masa lalu :
Dia adalah Kenren Taisho, seorang tentara militer di Tenkai dibawah Tenpou Gensui (Hakkai). Dia merasa puas di dalam surga dengan semua yang ia butuhkan. Seperti kehidupannya yang sekarang, dia selalu merokok dan tidak menghormati siapapun yang berpangkat lebih tinggi darinya.

Kehidupan sekarang :
Rambutnya dan warna matanya adalah hasilnya menjadi ½-youkai dan ½-manusia. Dia tinggal dengan ibu tirinya yang mencoba menyerangnya karena dia meniru ayahnya dan wanita lain sampai saudara laki-laki tirinya Jien membunuhnya untuk menyelamatkan hidupnya. Dia adalah orang yang menolong Gono dan hidupnya dari berjudi teru-terusan. Dia cinta mengambil pertarungan dengan Goku dan memanggil namanya. Dia sering menggangu Sanzo dan tidak pernah bergaul baik dengannya karena dia adalah tukang ribut (seperti Goku), pecinta wanita, tetapi dia mengkonsumsi banyak (jika tidak lebih banyak) rokok seperti Sanzo. Dia tetap menjadi teman baik khususnya Hakkai dan dulu dia benci kepada Goku dan Sanzo, dia rela rugi apapun untuk mereka.


Saturday, September 5, 2009

Gensomaden Saiyuki - Son Goku

Masih lanjutan dari tiga artikel sebelumnya dan masih dari sumber yang sama. Ini dia sang siluman kuat yang lemah karena kasih sayangnya kepada sang "matahari"nya.
“Harahetta”
“Ero Kappa”

Usia : 18 (mungkin 518; saya tidak tahu benar)
Tanggal lahir : 5 April
Rumpun (jenis) : Youkai (setan)
Tinggi : 162 cm
Berat : 51 kg
Warna Rambut : Cokelat
Warna Mata : Emas
Gaya Bertarung : Nyoibou (tongkat kuasa), Sansetsukon
Seiyuu (Japanese voice actor) : Hoshi Soichiro

***PROFIL***
Kehidupan masa lalu :
Kanzeon Bosatsu menempatkannya dibawah keponakannya Konzen perhatian ketika dia membawa di dalam istana di Tenkai. Dia sangat suka bermain dan sangat cinta melipat dokumen tuan rumahnya menjadi pesawat kertas. Dia dinamakan Goku oleh Konzen karena itu sangat mudah untuk diingat oleh monyet sepertinya.

Kehidupan sekarang :
Dia lahir di bumi, dari sebuah batu yang mengandung jiwa dari bumi, membuatnya seorang yang bid’ah. Dia dibebaskan oleh Sanzo setelah dipenjara selama 500 tahun dalam gua yang gelap di atas gunung untuk kejahatan yang ia lakukan dalam usia muda. Sanzo membiarkan Goku untuk perjalanan dengannya pada permintaan dari Sanbutsushin dan juga karena dia menyebabkan kekacauan untuk biarawan di candi dimana dia menempatkan Goku.

Karena dia dipenjara selama 500 tahun, dia selalu lapar. Faktanya, itu karena Sanzo dapat melihat dengan jelas Goku yang asli adalah seorang penipu! Dia selalu berkata “Harahetta!” dan selalu memukul kepalanya dengan harisennya atau disebut ‘bakasaru’ oleh Gojyo. Hanya Hakkai yang baik kepadanya (tetapi kemudian, dia [Hakkai] baik kepada semua orang). Dia merasa tidak berguna dari waktu ke waktu tetapi ketia dia melepaskan pembatas kekuatannya (sebuah mahkota emas) dia berubah menjadi Seiten Taisei Son Goku, sama dengan orang bijaksana besar untuk surga, dan sangat bertenaga yang sangat sulit untuk mengendalikannya ketika dia hilang kendali! Hanya Sanzo yang dapat mengendalikannya dalam kondisi itu, dan pertalian diantara mereka yang membuat Goku emosional (berperasaan). Ketika dia dipenjara dia memiliki teman seekor burung yang selalu mengunjunginya, dan ketika burung itu mati dalam salju dia menangis sangat keras sehingga Sanzo mendengarnya dan membebaskannya. Dia menganggap Sanzo mataharinya dan dia hanya seseorang yang membuat Sanzo cemas (tetapi Sanzo tidak -dan tidak akan pernah– menunjukkan itu). Demikian juga hanya Sanzo seorang yang bisa menghentikan Goku ketika dalam keadaan sangat bertenaga (kuat).


Monday, August 31, 2009

Gensomaden Saiyuki - Cho Hakkai

Oke, ini dia kelanjutan yang masih dari sumber yang sama. Ini adalah karakter yang paling saya sukai hingga saya terobsesi menjadi dirinya. Dan ternyata sangat tidak mudah menjadi dirinya. Tanpa banyak kata lagi, mari kita baca. Selamat membaca.

“Yare yare desu ne”

Nama asli : Cho Gono
Usia : 22 tahun
Tanggal Lahir : 21 september
Tinggi : 181 cm
Berat : 69 kg
Warna Rambut : Coklat
Warna Mata : Hijau Zamrud
Rumpun (Jenis) : Manusia menuju setan
Gaya Bertarung : Chi, Seni Perang
Seiyuu (Japanese voice actor) : Ishida Akira


***PROFIL***

Kehidupan masa lalu :
Dia adalah Tenpou Gensui, sang panglima tertinggi dari tentara barat Tenkai ketika dia seorang dewa. Dia adalah ahli siasat besar tetapi banyak mengganggu dengan semua buku sampai dia memendam dirinya di dalam, khususnya tentang sejarah perangnya. Ruangannya selalu penuh dengan semua buku yang berserakan disekelilingnya, hanya tidak ketika Kenren menolongnya merapikan sedikit. Dia adalah salah seorang teman lama Konzen (Sanzo). Dia seperti manusia lain, dia adalah macam setiap orang meskipun Tenpou adalah pecandu rokok (sangat tidak disukai Hakkai). Dia menyenangkan untuk Goku, dia membiarkan dirinya dipanggil “Ten-Chan” *kawaii!
*tetapi menjadi serius ketika dia datang kepada Konzen. Dia sangat santun sekalipun dia marah.

Kehidupan sekarang :
Dia yang ditinggikan dalam biara lari dengan Catholic nun nama kecilnya Cho Gono. Ketika dia tumbuh dewasa dia jatuh cinta dengan Kanan (Kanna dalam terjemahan Inggris) dan dia lakukan semua yang ia bisa untuknya agar dapat hidup bersama. Ketika dia pulang ke rumah dari bekerja seharian dia menemukan Kanan diculik oleh setan 100-mata (Hyakugan Maoh), dan sejak itu orang-orang tidak dapat melakukan apapun untuk menolongnya, dia pergi untuk melihatnya dan membunuh seribu setan ---dan menurut legenda jika seseorang mandi dengan darah seribu setan dia akan menjadi setan juga. Tetapi Kanan membunuh dirinya sendiri di depannya kerena ia mengandung anak setan. Dia segera bertemu dengan Gojyo sesudah itu ia mengambilnya, melindungi hidupnya. Segera ia bertemu Sanzo dan Goku orang yang dikirim untuk menahannya, tetapi dia melarikan diri dari penjara hanya untuk bertemu jenazah Kanan melihatnya hilang terbakar. Dia kemudian mengijinkan untuk memulai sebuah kehidupan baru dan mengganti nama “Cho Gono” menjadi “Cho Hakkai” dan dia tinggal dengan tiga orang dalam perjalanan mereka ke barat dengan naga peliharaanya Hakuryu, ia biasa bergiliran mengendarai jeep. Dia adalah pendamai dalam tim: selalu tenang dan senyum selalu, bahkan di saat situasi sangat darurat! Dia santun kepada semua (bahkan kepada musuh seperti Yaone ^^,) dan dia adalah sahabat Gojyo, penasehat yang dipercaya Sanzo (dulu ia mengabaikan peringatan dari Hakkai bagaimanapun juga), dan seorang ‘orang tua’ bagi Goku. Dia cerdas dan seorang ahli siasat dalam tim dan satu-satunya orang yang dapat bicara serius dengan Sanzo. Karena kepribadiannya, dia belum pernah kena tembak Sanzo. Dia tersenyum untuk menyembunyikan masa lalu tragisnya jadi kamu tidak pernah bisa mengatakan suasana hatinya yang sebenarnya. Berbeda dengan Tenpou, Hakkai tidak merokok tetapi dia adalah pejudi besar (dia SELALU menang) dan lebih baik dari Sanzo atau Gojyo dalam meminum minuman keras (dia TIDAK PERNAH mengambil minuman!). Dia juga gila berkendara; dia pernah mengendarai jeepnya dengan gila di tepi jurang dan dia bisa dengan tabah mengendarai terus-terusan di jalan.


Friday, August 28, 2009

Gensomaden Saiyuki - Genjyo Sanzo

Apa kabar sahabat sepeda hijau? Ini dia kelanjutan dari artikel sebelumnya yang masih terjemahan dari sumber yang sama. Kali ini kita membahas tentang sang biksu yang yang sangat terkenal oleh warga Tougenkyou, yaitu Genjo Sanzo.
"Urusai!”
"Omae wo korosu!"
"Bakasaru"

Nama Asli : Kouryu
Usia : 23 tahun
Tanggal Lahir : 29 November
Tinggi : 177 cm
Berat : 64 kg
Warna Rambut : Pirang Emas
Warna Mata : Ungu
Rumpun (Jenis) : Manusia
Gaya Bertarung : Sutra Iblis, Shourejyu, Harisen
Seiyuu (Japanese voice actor) : Seki Toshihiko

***PROFIL***


Kehidupan masa lalu :
Dia adalah Konzen Douji, keponakan laki-laki dari dewi Mercy, Kanzeon Bosatsu, dan dia bekerja untuknya dalam meyimpan dokumen. Dia adalah teman baik Tenpou Gensui (Hakkai) dan yang menanya untuk melakukan “tekanan” bekerja dari menerima pekerjaan dan menerima kepercayaan dari “kera peliharaan”-nya Goku. Seperti bentuknya sekarang, dia adalah pemimpin panas yang tenang, sungguh mudah hilang wataknya.

Kehidupan sekarang :
Dia dipanggil “Kouryu the Water Drifter" oleh biarawan di Candi Kinzan karena dia ditemukan mengapung di sungai ketika dia masih bayi. Dia tumbuh besar dibawah bimbingan gurunya, Komyou Sanzo, seorang yang mengambilnya, dan dia orang yang menyenangkan sebagai seorang ayah. Gurunya meninggal untuk melindunginya dari setan ketika menyerang candi dalam usaha mencuri sutra. Dia diperintah oleh Sang Sanbutsushin untuk pergi dalam perjalanan menuju barat dengan tiga setan untuk menghalangi kebangkitan kembali Gyuumaoh.

Dia sangat berbeda dari biarawan biasa. Gojyo sering menyebutnya seorang “korup/pemabuk/biarawan egois” dan mungkin satu dari beberapa biarawan yang tidak mencukur kepalanya. Dia membebaskan Goku dari penjara gunungnya dan dia (Goku) terus memasang label dari Sanzo sejak saat itu. Sanzo sering menyebutnya ‘bakasaru’ (kera bodoh) karena sikap kekanak-kanakannya dan sering memukulnya dengan harisen-nya, tetapi dia sangat peduli kepada Goku tetapi dia tidak akan pernah mengakuinya! Sampai Gojyo dan Hakkai berkata, “dia tidak bisa mengutarakan secara jelas degan kata-kata!”

Dia memang cepat panas, berpikiran tenangpun Hakkai butuhkan untuk memilih kata-kata dengan hati-hati untuknya. Kata-katanya sangat menyakitkan seperti pistolnya, Sutranya, atau harisennya.^_^ tetapi ketika dia bicara kasar, anehanya dia mengantarkan ‘harapan’ ketika kau sedikit mengharapkannya. Dia juga peminum yang sangat buruk dan kebiasan merokok dengan Gojyo, dia tidak akan pernah mendengar nasihat Hakkai untuk menghentikan konsumsinya. Kenyataannya dia tidak pernah memikirkan konsumsinya; dia punya kartu kredit emas dan tampaknya tidak terbatas untuk membayar kemewahannya. Dia juga tidak terbatas spandex tempat untuk menjaga korannya, pistol, peluru, harisen, kacamata membaca, rokok, korek, kartu kredit dan banyak barang-barang itu rasanya untuk datang kemanapun juga.

Dulu dia juga adalah biarawan tingkat tertinggi, dia benci berkhotbah untuk orang-orang dan ketika mereka masuk gedung dia mencoba sebanyak mungkin untuk menjaga sedikit riwayat, tetapi terkadang Goku, Gojyo dan terkadang Hakkai akan memukul penutupnya karena mereka tahu orang-orang dalam gedung akan melayani mereka apapun dengan Sanzo dibelakang punggung mereka.^_^

Dia sangat jarang tersenyum; itu hampir sebuah keistimewaan dan sebuah Kodak momen untuk melihat senyumnya, dan dia akan lakukan apa saja untuk Goku, namun dia tidak bisa memperlihatkannya secara terbuka. Dia pernah sekali melidungi Goku disaat berhaga dalam hidupnya, dan diapun tidak tahu kenapa! Goku juga akan lakukan apapun untuknya; dia menganggap Sanzo adalah ‘matahari’-nya setelah Sanzo membebaskanya dari penjaranya ketika dia terkunci selama 500 tahun.

Dia “saya tidak peduli” sikap, tetapi menolong di menit terakhir membuat dia seseorang dari setelah pencarian bishounens?? dari semua waktu.



Tuesday, August 18, 2009

Gensomaden Saiyuki Manga Storyline

Maaf, saya baru bisa menyampaikan alasan terpenting saya mengapa saya jarang ngeblog; itu karena komputer saya dirumah rusak dan belum dibetulkan hingga artikel ini di buat. Sebuah artikel yang di-request oleh teman satu ekskul saya yang bernama Resti. Permintaannya yaitu agar saya mem-post anime yang saya suka, dan sementara ini cukup segini dulu ya...

Genjo Sanzo, seorang biarawan, yang menghadapi 3 aspek (memandu kekuatan dari agama Buddha) yang menyuruh dia untuk perjalanan ke barat untuk menghentikan kejahatan raja setan untuk hidup kembali.

Sanzo bagaimanapun bukanlah biarawan biasa, dia merokok, minum minuman, mengutuk dan suka menembak dengan pistolnya. Dia berteman dengan Goku, setan kecil yang selalu lapar, Gojyo, pecinta wanita namun keji, dan Hakkai, sang suara dari pemikiran. Demikian membentuk sebuah? Pesta Sanzo?

Selama menjalani perjalanan mereka, pertemuan dengan banyak youkai (setan) sepanjang perjalanan, seperti Kougaiji, sang pangeran setan yang berusaha menghentikan mereka. Si setan belakangan ini mulai marah/gila dan menelan orang yang tidak bersalah kedalam nafsu darah mereka. Sebagai cerita yang membentang, kita lihat seperti apa mereka.


Artikel ini saya terjemahkan dari artikel yang terdapat di sini.

Monday, March 16, 2009

Tips Untuk Komikus Indonesia

  1. Memperbaiki artwork dan berani memunculkan ciri khas gambar sendiri.
  2. Berani memunculkan ide-ide cerita baru yang lebih kreatif dan unik.
  3. Lebih memperhatikan selera pasar dalam membuat cerita.
  4. Menampilkan ciri khas komiknya masing-masing.
  5. Jangan meniru komik buatan luar negeri. Memang lebih mudah dilirik oleh pembaca, tapi pembaca suka enek melihat plagiat-plagiat seperti itu.
  6. Lebih promosi.
  7. Pe-de saja untuk terus berkarya.
  8. Jangan putus asa dan terus giat berusaha dalam berkarya.
  9. Dan jangan lupa, menmpilkan ciri khas dan kebudayaan Indonesia. Kan tidak lucu anak Indonesia lebih kenal kebudayaan luar gara-gara komik luar lebih mendominasi bacaan mereka.


Arifin dkk., “Komik Lokal. Mati, Sekarat, Sakit atau Lagi Berobat Jalan” Annida, Mei 2008, hlm. 31.

KOMIK LOKAL - Mati, Sakit, Sekarat, atau Lagi Berobat Jalan?

Sobat Nida, di era 70-an sampai 80-an, komik Indonesia mengalami kejayaan. Judul-judul seperti Gundala Putra Petir, Jaka Sembung, maupun Carok, jadi bacaan bergambar terpopuler kala itu. Tidak heran bila, pada saat itu, anak-anak begitu tertarik dengan komik Indonesia. Selain karena media televisi dan radio masih dirasa awam bagi masyarakat, cerita-cerita tersebut sangat menarik dan menghibur. Bagaimana dengan kondisi perkomikan di Indonesia saat ini? Apakah komik lokal masih memegang kendali?

Nggak Mati Kok
Kini, lebih banyak beredar komik-komik impor Jepang atau Amerika di Indonesia. Komik-komik ini tentunya menarik minat masyarakat, terutama kalangan anak-anak dan remaja. Akibatnya? Komik Indonesia mulai tak dikenal dan ditinggali oleh para pembaca. Jika anak-anak dan remaja Indonesia ditanya soal judul atau tokoh-tokoh dari komik lokal, mungkin hanya beberapa di antara mereka yang tahu dan yang pernah membacanya. Kebanyakan dari mereka lebih mengenal komik-komik luar negeri yang sudah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Hal ini membuktikan, secara spesifik, bangsa kita telah terjajah lagi oleh bangsa asing. Tidak secara fisik memang, namun diserang lewat budaya. Dan salah satunya gempuran itu bernama komik.

Jalan cerita komik impor, yang menurut banyak orang jauh lebih baik dari buatan Indonesia, diakui sebagai salah satu faktor yang memaksa komik lokal bertekuk lutut. Komik-komik seperti Naruto, One Piece, Death Note, dan serial cantik menyedot minat masyarakat muda saat ini. Sebaliknya, masyarakat nggak kenal dengan komik asal negeri sendiri. Meskipun banyak komikus berbakat, begitu juga dengan sejumlah karya komik yang sudah didistribusikan di toko-toko buku terkemuka, komik Indonesia masih belum memiliki tempat. Padahal, bila dilihat lebih rinci, sebenarnya komikus Indonesia memiliki kreativitas yang sudah berkembang dengan sangat baik. Bukan hanya membuat gambar yang layak, juga imajinasi cerita yang memiliki orisinalitas dan karakter yang kuat.

So, kalau dikatakan komik Indonesia telah mati, itu nggak separuhnya benar. Karena sebenarnya, para komikus Indonesia aktif dalam berkarya. Mereka mengikuti pameran-pameran dan bermacam kegiatan lainnya untuk memperlihatkan hasil karya mereka kepada publik. Karya-karya mereka juga berkualitas, hanya saja jarang ada penerbit yang mau mengakomodirnya. Padahal, penerbit adalah salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan dan kemajuan Industri komik Indonesia.

Yang Terus Bergerak
Walaupun komik Indonesia belum mendapatkan tempat dihati pembaca Indonesia, para komikus terus bertahan dan berkarya serta membentuk komunitasnya masing-masing. Contohnya, Akademi Samali. Komunitas komik Indonesia yang didirikan oleh Beng Rahardian, Hikmat Damarwan, dan Zarki ini berdiri pada Mei 2005. Seperti namanya, komunitas ini terletak di jalan Samali, Jakarta Selatan, Samali teguh menghadapi masalah lesunya perkomikan nasional. Untuk lebih eksis, mereka mencoba untuk membuka diri dari komunitas lain. Mereka mencoba untuk bekerja sama genga komunitas- komunitas seperti Ruangrupa (komunitas seni rupa dan video art), Boemboe (didistribusikan film pendek internasional), GEF (LSM Lingkungan), Bentara Budaya Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta, Japan Foundation, Goethe Institut. Keeksisan Akademi Samali juga terlihat pada event-event yang telah diikuti. Sebut saja: Biennalle 2005 di Jakarta, Festival Tandakota (November 2007) dan Beinnalle Jogja (Desember 2007)), Pameran Komik Tuhan Dalam Komik, Festival Komik Indonesia Satu Dekade (Konde, dll.

Selain Samali, terdapat pula komunitas komik lainnya. Di antaranya Jogja Comic Society, KLAN Malang, Masyarakat Komik Solo, dan sebagainya. Semenjak diadakan Pameran Komik dan Animasi (PKAN) I tahun 1998, dan mulai dikenalkannya komunitas bernama Masyarakat Komik Indonesia (MKI), muncul kelompok-kelopok masyarakat komik yang terbagi kedalam bentuk-bentuk kelompok, seperti pembaca komik, kolektor komik, pengamat komik, komikus, milis komik, penerbit komik dan marketing komik.

Jepang Bisa, Kita...?
Memang masih berat bagi para komikus Indonesia untuk menggantungkan hidup dengan menjadi pembuat komik. Pasalnya, komik Indonesia memang belum mendapat tempat yang baik. Begitupun dari pihak penerbit. Mereka masih ragu untuk mempublikasikan karya-karya komikus lokal. Meskipun begitu, kian hari semangat komikus Indonesia semakin bertambah. Komikus Indonesia masih tetap berjuang untuk mempertahankan keeksisannya.

Jika ingin perkomikan Indonesia maju dan menjadi industri lapangan kerja baru, maka salah satu langkah yang tepat ialah mengetahui apa sebenarnya yang dicari pembaca komik yang sering bergerombolan membaca gratis di toko buku. Apakah benar mereka ingin membaca komik itu sendiri atau ada alasan lain? Apakah mereka pembaca komik yang sebenarnya? Dan, apa yang membuat mereka tertarik pada komik yang mereka baca? Dengan mengetahui kondisi pasar mungkin akan lebih mudah bagi para komikus dalam membuat sebuah komik yang dapat menarik perhatian pembaca.

Mungkin ada baiknya bila dalam menarik minat para pembaca Indonesia, para komikus membuat suatu tipe karakter yang menjual, seperti “MOE” di Jepang, yang khusus untuk karakter cewek. Atau, membuat sifat yang khusus pada karakter komik mereka sehingga mudah dikenal dan disukai. Misalnya, karakter Luffy dalam komik One Piece, yang punya kebiasaan makan banyak terus tidur, atau Naruto yang bodoh tapi super pemegang janji. Dengan menciptakan suatu karakter yang punya keunikan tersendiri, diharapkan, komik Indonesia akan menjadi lebih disukai. Hal-hal lain seperti desain karakter, meliputi pakaian, aksesoris, personality, setting, nilai-nilai budaya, teknologi dan segala macam hal yang berkaitan dan berhubungan dengan Indonesia, perlu ditentukan oleh para komikus lokal hingga akhirnya karakter yang terbentuk bakal mencerminkan kepribadian Indonesia.

Memasukkan nilai-nilai budaya Indonesia juga tak kalah pentingnya untuk membuat komik yang bernafaskan bangsa. Di Jepang, ada vestival hanami, disini ada tradisi mudik lebaran, acra lomba tujuh belas agustusan, karapan sapi, dan lain-lain. Kalau di Jepang ada samurai, katakana, di sini ada badik, celurit, golok, keris, kujang, mandau, rencong, dll. Di Jepang ada kastil-kastil peninggalan masa shogun, di sini ada keraton Yogyakarta, rumah adat, ada candi Borobudur. Di Jepang ada origami, di sini ada batik, wayang kulit, dan sebagainya.

Begitu kayanya budaya Indonesia. Jika buidaya ini disosialisasikan dengan baik ke dalam bentuk komik yang menarik, tentu nantinya anak-anak dan remaja sebagai konsumer komik yang utama dan berperan sebagai generasi penerus bangsa tak akan melupakan kebudayaan bangsanya. Sudah saatnya komik lokal bangkit dengan gaya dan pesannya sendiri! Jangan mau kalah dengan komik impor yang kepercayaan dan budayanya seting nggak cocok dengan bangsa kita! [berbagai sumber]

Arifin dkk., “Komik Lokal. Mati, Sekarat, Sakit atau Lagi Berobat Jalan” Annida, Mei 2008, hlm. 28.

Saturday, March 7, 2009

Thursday, February 26, 2009

Tips Beranimasi

1. Cinta Animasi
Dengan cinta animasi maka apa yang kita animasikan akan mempunyai jiwa. Karena kita mengerjakannya dengan Jiwa. Jika dengan jiwa, semuanya sudah tercakup, pikiran, tenaga, waktu dll.

2. Sering2 nonton film kartun / animasi
Lihat seksama jika nonton film animasi. Amati gerakan2 dramatikal keseluruhannya. Bayangkan, tanam dalam kepala, kalo capek, nikmati aja filmnya ehehehe.

3. Sering ngumpul dengan pecinta animasi lainnya
Ngobrol hahahihi, santai aja. saling bagi info tentang animasi, bagi ide, dari cerita ataupun karakter. Apa aja deh, yang penting asik.

4. Sering ngumpul dengan komunitas film
Bagaimanapun film adalah film. Entah animasi maupun non. disitu pasti banyak yang berguna nantinya.

5. Animasikan benda yang sederhana dulu
Misalnya bola, kubus, garis, titik dll. latih gerakan dramatikal animasi dengan objek2 sederhana itu. kalau langsung bentuk yang rumit sih boleh2 aja. hanya gimana enaknya aja kok.

6. Baca prinsip2 animasi, pelajari dan praktekan
Ada 12 prinsip, tulisannya nyusul yah, hehehe

7. Sering2 berlatih

Oleh: Mantri Animasi